Gresik || Detik24jam.id – Penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Gresik ditanggapi beragam oleh semua kalangan pelaku usaha
Tidak sedikit pengusaha yang menyampaikan keberatannya, namun juga ada Perusahaan yang merespon dengan mengurangi jumlah karyawannya secara bertahap
Salah satu perusahaan terbesar yang melakukan efisiensi disektor Sumber Daya Manusia (SDM) yakni Wings Grup
Realitas itu diungkapkan oleh salah satu perwakilan perusahaan yang menjadi pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik
Kepada Awak Media, Cristian menuturkan, sepanjang Bulan Januari hingga November ini saja perusahaannya telah merumahkan lebih dari 500 karyawan
Hal ini sebagai salah satu upaya yang harus ditempuh agar perusahaan tetap bisa survei dalam menghadapi tantangan usaha
“Kondisi Wings Grup Manyar memang perusahaan yang sangat padat karya, namun tidak mungkin kami akan beralih menjadi perusahaan padat modal,” tegas Cristian saat ditemui di Sekretariat Apindo Gresik
Dicontohkan, proses produksi bawang goreng dari yang sebelumnya dilakukan oleh puluhan karyawan mulai dari pengumpasan hingga penggorengan kini telah diganti dengan sistem robotik
Selain itu, agar lebih efisien pihaknya juga memesan bawang goreng yang telah siap kemas
Tentu saja, efisiensi ini telah membuat puluhan karyawan kehilangan kesempatan bekerja
“Karyawan dibagian bawang goreng ada yang dipindahkan kebagian lain namun tidak sedikit yang dirumahkan,” imbuhnya
Melihat realitas ini, lanjut Cristian, dia berharap agar pemerintah rasional dalam menentukan UMK
Sebab, UMK yang terlalu tinggi akan membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaannya
Hal yang sama disampaikan Sekretaris Apindo Gresik, Ngadi yang juga konsultan KIA keramik Legundi Driyorejo
Dia menuturkan, sejak beberapa tahun belakangan perusahaan kliennya terpaksa menghentikan produksi lantaran tidak sanggup bersaing dengan produk keramik impor dari Cina
Menurut Ngadi, jika dibandingkan produksi sendiri harga untuk mengimpor keramik dari Tiongkok justru lebih murah harganya
“Praktis saja perusahaan klien saya tersebut kini berubah menjadi trader keramik impor, tinggal diberikan merk dalam negeri saja,” tutur Ngadi
Hal yang tak kalah miris juga disampaikan Ketua Apindo Gresik, Alfan Wahyudin
Salah satu usahanya klinik kecantikan saat ini kewalahan menghadapi gempuran produk Skincare dari Cina karena persaingan harga dan kualitas
Uniknya Skincare Cina tersebut saat masuk ke Indonesia diberikan label perusahaan Kanada
“Kami tetap berharap pemerintah bisa mendengarkan aspirasi dari pengusaha karena saat dibawah ini kita sedang menghadapi tantangan usaha yang tidak mudah,” pungkasnya
Editor : MLDN













