Kelompok Mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR Dorong Digitalisasi Pelaku UMKM Desa Betoyokauman Agar Pasar Lebih Luas

by
Kelompok Mahasiswa KKN-BBK 6 UNAIR Dorong Digitalisasi Pelaku UMKM Desa Betoyokauman Agar Pasar Lebih Luas

 

GRESIK || Detik24jam.id – Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, Kelompok
Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga mengadakan kegiatan sosialisasi kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Betoyokauman Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga lokal dalam memajukan usahanya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Sebelumnya, pemerintah Desa Betoyokauman telah membuat program digitalisasi UMKM kepada seluruh pelaku usaha di desa ini. Program tersebut meliputi pengintegrasian antara pelaku usaha UMKM dengan masyarakat desa melalui Chat WAG (WhatsApp Group).

Selain mempermudah masyarakat desa sebagai konsumen dalam memilih barang atau jasa yang diinginkan, adanya Chat WAG (WhatsApp Group) tersebut juga membantu para pelaku usaha UMKM dalam menjalankan usahanya, terutama di bidang pemasaran.

Program digitalisasi UMKM oleh Pemerintah Desa Betoyokauman sudah dijalankan dengan
sangat baik hingga hari ini. Namun, terdapat pula tantangan dalam pelaksanaan program tersebut. Salah satunya, target pasar yang dimiliki oleh pelaku usaha UMKM masih sangat terbatas, hanya mencakup wilayah desanya.

Oleh karena itu, hadirnya Kelompok Mahasiswa KKN-BBK 6 Universitas Airlangga ini, ingin mendorong perekonomian warga desanya melalui digitalisasi UMKM yang mencakup perluasan target pasar bagi para pelaku usaha.

Sosialisasi yang digelar di balai desa ini mencakup beberapa poin penting, antara lain:

– Pendaftaran bisnis UMKM ke Google Maps agar lokasi usaha warga lebih mudah ditemukan
dan diakses oleh masyarakat yang lebih luas.
– Pendaftaran toko ke platform Shopee guna memperluas jangkauan pemasaran secara online.
– Pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang mempermudah transaksi secara non-tunai dan sejalan dengan perkembangan zaman.

Antusiasme warga terlihat sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya peserta yang hadir dan aktif bertanya. Mereka mengaku, kegiatan ini sangat bermanfaat dan memberikan harapan baru untuk meningkatkan omzet serta memperluas pasar.

Salah satu pelaku UMKM yang hadir merasa sangat terbantu dan optimis omzetnya bisa meningkat dengan adanya pengintegrasian Chat WAG dengan Google Maps, Shopee serta pembayaran non-tunai melalui QRIS.

“Semoga pemanfaatan teknologi digital seperti pendaftaran toko di Shopee, google maps, serta pembayaran non-tunai melalui QRIS ini dapat membantu meningkatkan penjualan serta omset bagi pelaku UMKM,” ungkapnya penuh harap.

Melalui program digitalisasi UMKM ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memutar roda ekonomi desa secara lebih efisien dan modern. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *