Sampang || Detik24jam.id – Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz menghadiri acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Sampang menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membangun masyarakat religius, intelektual dan bersih dari narkoba
Pesan ini disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal dan Bedah Kitab Jawahirul Lami’ah dan Tatsqilul Mizan karya Al Faqir, yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang di Kantor Kemenag Sampang
Acara dihadiri oleh :
1. Ketua MUI Kabupaten Sampang KH Bukhori Maksum
2. Pengurus MUI Kabupaten
3. Ketua dan Sekretaris MUI Kecamatan se-Kabupaten Sampang
Hadir pula perwakilan dari Kemenag Sampang sebagai tuan rumah. Sabtu (3/5/2025).
Plt. Kasubag TU Kemenag Sampang, Wahyu Hidayat S.Pd.I, M.M, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun antara MUI dan pemerintah daerah.
Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan ruang edukasi keagamaan yang terdampak langsung pada penguatan nilai-nilai moral dan spiritual umat
“Forum seperti ini adalah momentum penting untuk membentengi masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyimpangan, termasuk bahaya narkoba yang dalam Islam jelas diharamkan,” ujarnya
Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz menekankan bahwa Halal Bihalal dan Bedah Kitab bukan sekadar ajang seremonial, melainkan simbol sinergi antara ulama dan umara
“Saya sangat berharap, acara ini menjadi kekuatan kolektif untuk membangun Sampang yang religius, berilmu dan bermartabat,” ungkapnya
Ia juga memberikan dukungan penuh terhadap komitmen moral MUI dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, yang diperkuat melalui pembacaan Ikrar Anti Narkoba oleh seluruh peserta
“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita butuh dukungan dan peran aktif para ulama untuk menyadarkan umat akan keharaman narkoba dan dampaknya yang merusak peradaban,” pungkasnya
Dalam forum tersebut, dua Kitab Klasik-Jawahirul Lami’ah dan Tatsqilul Mizan-dibedah sebagai bentuk penguatan pemahaman keislaman yang mendalam dan bersanad.
Forum ilmiah ini juga menjadi ajang silaturahmi, dakwah dan peneguhan nilai-nilai keislaman moderat dan toleran. (Red)

