Gresik || Detik24jam.id — Fenomena meningkatnya jumlah pengemis di Gresik mendapat sorotan dari berbagai pihak
Menariknya, sebagian besar dari mereka bukanlah warga asli Gresik, melainkan berasal dari luar daerah. Salah satunya dari Bojonegoro. Hal ini dinyatakan Kepala Bidang Operasional Satpol PP Kabupaten Gresik, Hidayat
Hidayat menyebut banyak pengemis berpindah ke Gresik karena berbagai alasan
“Di Surabaya jumlah personel Satpol PP lebih banyak, bahkan tiga kali lipat dari jumlah yang ada di Gresik. Ini membuat pengemis merasa sulit untuk beroperasi di sana dan akhirnya mencari tempat lain yang lebih longgar pengawasannya,” ujar Hidayat. Minggu 23/02/2025
Tak hanya faktor pengawasan, faktor sosial juga menjadi alasan utama para pengemis memilih Gresik.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) Gresik, Ratna Faizah, dalam wawancara sebelumnya mengungkapkan bahwa para pengemis mengaku lebih memilih Gresik karena masyarakatnya yang dermawan
“Saat saya tanya, mereka bilang warga Gresik itu loyal-loyal. Mudah iba dan empatinya tinggi,” kata Ratna
Hal ini kemudian dikonfirmasi kembali oleh Hidayat yang menyebut kedermawanan warga Gresik menjadi salah satu pemicu maraknya pengemis di wilayah ini
Meski demikian, tidak semua pengemis benar-benar dalam kondisi membutuhkan
Beberapa di antaranya diduga berpura-pura untuk menarik simpati warga
Hidayat menceritakan pengalaman saat melakukan patroli, di mana ia menemukan seorang pengemis yang awalnya mengaku lumpuh, namun langsung berlari ketika melihat petugas mendekat
“Kami terus melakukan mobiling untuk mengontrol keberadaan mereka. Banyak modus yang mereka pakai agar masyarakat merasa iba,” tambahnya
Satpol PP Gresik pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memberi bantuan
Diharapkan, bantuan disalurkan melalui lembaga resmi atau pihak berwenang agar lebih tepat sasaran
Sementara itu, operasi penertiban terhadap pengemis dari luar daerah akan terus dilakukan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan di Gresik
(MLDN)

