di Kabarkan Desakan Masyarakat Kalbar untuk Ganti Direktur Utama Bank Kalbar

by
Desakan Masyarakat Kalbar untuk Ganti Direktur Utama Bank Kalbar

 

Pontianak detik24Jam.id Masyarakat Kalimantan Barat merasa prihatin dan terpanggil atas terjadinya kebobolan dana di Bank Kalbar dengan nilai yang cukup besar, yaitu Rp. 17 miliar di Capem Karangan dan Rp. 3,5 miliar di Kantor Cabang Pemangkat. Selain itu, masih terdapat beberapa kasus serupa di kantor cabang dan cabang pembantu lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum LEGATISI INDONESIA, Ahyani, BA, pada Selasa, 13 Agustus.

Ahyani menegaskan bahwa peristiwa ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Kalbar sebagai tempat menyimpan dana. Oleh karena itu, atas nama masyarakat Kalbar, ia meminta kepada 15 Pemerintah Daerah di Provinsi Kalimantan Barat, baik tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota, untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna mengganti Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi.

Menurut Ahyani, Rokidi dinilai tidak mampu menjalankan manajerial dan memimpin Bank Kalbar dengan baik, sebagaimana diamanahkan oleh para pemegang saham melalui RUPS dan nasabah. Selain itu, Rokidi dianggap tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya, terutama dalam hal pengawasan, termasuk divisi audit internal. Rokidi juga bukan putra daerah asli Kalbar, melainkan berasal dari Indramayu, sehingga kepeduliannya untuk membangun Kalbar dinilai kurang, dan lebih mementingkan keuntungan pribadi.

Ahyani juga menyampaikan harapannya agar pihak-pihak berwenang, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Tinggi Kalbar, Polda Kalbar, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalbar, dapat melakukan pemeriksaan terhadap Rokidi. Informasi yang didapatkan menyebutkan bahwa Rokidi, meskipun baru beberapa bulan menjabat sebagai Direktur Utama, sudah memiliki beberapa aset mewah di Pontianak. Hal ini menimbulkan kecurigaan mengenai sumber kekayaannya, mengingat tugas utama sebagai Direktur Utama adalah mengembangkan dan membangun Bank Kalbar.

Di sisi lain, Ahyani juga menyoroti tindakan Rokidi yang memberhentikan DS sebagai Direktur Umum dengan alasan yang tidak jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam Bank Kalbar.

Ahyani menegaskan pentingnya perhatian dari semua pihak yang berkompeten untuk menyelamatkan Bank Kalbar yang merupakan bank milik masyarakat Kalimantan Barat, agar tetap menjadi lembaga keuangan yang terpercaya dan membanggakan. (*Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *