Satreskrim Polres Gresik Mulai Temukan Titik Terang Kasus Dugaan Perampokan Disertai Pembunuhan Wardatun Toyyibah di kecamatan Dukun

by
Satreskrim Polres Gresik Mulai Temukan Titik Terang Kasus Dugaan Perampokan Disertai Pembunuhan Wardatun Toyyibah di kecamatan Dukun

 

Gresik || Detik24jam.id – Kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan yang dialami Wardatun Toyyibah (28) warga Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik masih menjadi tanda tanya.

Namun, diduga sampai saat ini pelaku pembunuhan itu masih berkeliaran

Berbagai kendala sempat menghambat penyelidikan yang tengah dilakukan Satreskrim Polres Gresik

Mulai dari ketidaktahuan Mahfud (suami korban), suami korban atas peristiwa yang menimpa istrinya. Hingga tempat kejadian perkara (TKP) yang sudah rusak

“Sewaktu kejadian suami korban mengaku tertidur dan tidak tahu ciri-ciri pelaku sama sekali. Hal inilah yang sedang kami dalami,” ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan. Kamis (21/03/2024)

Meski ada kendala, Satreskrim Polres Gresik sudah melakukan pemeriksaan para saksi-saksi

Sehingga, mulai ada gambaran peristiwa yang terjadi. Mulai dari putri korban, tetangga, saksi lainnya yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) maupun akses masuk jalan kerumah korban

“Kasusnya sudah naik penyidikan, saat ini kami masih berusaha menggali keterangan lainnya. Tim masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini,” jelasnya

Meski sudah dilakukan penyidikan, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan masih menyimpan rapat-rapat hasilnya. Ini karena berkaitan dengan penyidikan yang tengah berjalan

“Untuk perkembangannya akan segera kami sampaikan secara lengkap. Untuk saat ini, kami memohon waktu untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ucap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan

Sebelumnya, suami korban Mahfud memberikan keterangan yang cukup menghambat proses penyidikan. Lantaran sempat mengira bahwa istrinya merupakan korban bunuh diri

Bahkan, pihak keluarga membersihkan seluruh tempat kejadian perkara (TKP) hingga petugas kesulitan menggali petunjuk siapa dibalik pembunuhan itu

(MLDN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *