Rakor Forkopimda Lintas Daerah Sepakati Parluh PSHT Tak Digelar di Madiun, Magetan Siap Jadi Tuan Rumah

by
Rakor Forkopimda Lintas Daerah Sepakati Parluh PSHT Tak Digelar di Madiun, Magetan Siap Jadi Tuan Rumah

MADIUN – Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda lintas daerah yang melibatkan unsur Provinsi Jawa Timur, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan menghasilkan kesepakatan terkait rencana pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq.

Rakor yang digelar di GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Rabu (16/9/2026), membahas kesiapan daerah sekaligus aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat menjelang agenda Parluh yang direncanakan berlangsung pada 25–27 September 2026.

Pertemuan tersebut melibatkan Forkopimda Provinsi Jawa Timur, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Magetan. Rakor dibuka Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dan dipimpin Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto. Sejumlah unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah turut hadir dalam pembahasan tersebut.

Pemerintah Kota Madiun
Berdasarkan kesepakatan bersama peserta rakor, Parapatan Luhur PSHT pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq disepakati tidak dilaksanakan di wilayah Kota Madiun maupun Kabupaten Madiun. Pertimbangan utama keputusan tersebut adalah menjaga kondusivitas keamanan, ketertiban, serta keselamatan masyarakat.

Dalam dokumen kesepakatan juga ditegaskan bahwa Forkopimda Kabupaten Magetan menyatakan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Parluh PSHT pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq. Dengan demikian, Magetan menjadi alternatif lokasi pelaksanaan setelah disepakati kegiatan tersebut tidak berlangsung di Kota maupun Kabupaten Madiun.

Kesepakatan tersebut sekaligus memperkuat hasil FGD Forkopimda Kota Madiun pada 12 Agustus 2026 yang mencatat keberatan terhadap pelaksanaan Parluh tersebut di Kota Madiun. Aspirasi dan kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keamanan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga telah melakukan koordinasi dengan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan guna menjaga situasi tetap kondusif menjelang pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, kesiapan Kabupaten Magetan menjadi tuan rumah membuka ruang bagi penyelenggaraan Parluh tetap berlangsung dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan ketertiban. Keterangan resmi Pemkot Madiun menyebut Magetan telah menyatakan siap menerima kegiatan tersebut, sedangkan keputusan teknis selanjutnya masih menunggu pihak penyelenggara.

Dalam kesepakatan bersama juga ditegaskan bahwa seluruh unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah berkomitmen menjaga Kota dan Kabupaten Madiun tetap aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Rakor tersebut menjadi bagian dari koordinasi lintas wilayah untuk memastikan agenda organisasi tetap dapat berjalan dengan tetap menempatkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *