Rutin Cuci Darah di RSUD dr. Mohammad Zyn, Samsuddin Warga Sampang Hidup Segalanya Dari Istri

oleh
oleh
banner 468x60

 

Sampang || Detik24jam.id – Potret kemiskinan dan keterbatasan layanan sosial kembali menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah maupun pemerintah desa di Kabupaten Sampang. Di tengah berbagai program bantuan dan jaminan sosial yang digulirkan, masih ditemukan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan, baik secara moral maupun material. Jum’at, 27/02/2026.

banner 336x280

Salah satunya adalah Samsuddin (akrab disapa Suji), warga Dusun Acenan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang. Lelaki tersebut menjalani hidup dalam keterbatasan ekonomi sekaligus berjuang melawan penyakit kronis yang mengharuskannya menjalani cuci darah seumur hidup di RSUD dr. Mohammad Zyn (RSMZ) Sampang.

Samsuddin tinggal di atas sebidang tanah pemberian dari sanak saudara. Rumah sederhana yang ia tempati menjadi saksi perjuangan hidupnya bersama keluarga di Dusun Acenan, Desa Gunung Maddah.

Ia divonis menderita penyakit yang mengharuskannya rutin menjalani hemodialisa (cuci darah). Kondisi tersebut membuatnya tidak lagi mampu bekerja untuk menafkahi keluarga. Beban ekonomi pun sepenuhnya dipikul sang istri.

Sehari-hari, kebutuhan hidup keluarga bergantung pada hasil kerja istrinya yang mencari nafkah dengan bekerja di kebun dan sawah milik orang lain. Dengan penuh ketabahan, sang istri tetap berjuang meski harus menjadi tulang punggung keluarga.

“Saya sendiri yang kerja. Suami sudah tidak bisa bekerja karena harus rutin berobat dan cuci darah,” ujar istri Samsuddin dengan nada lirih.

Meski hidup dalam keterbatasan dan menderita sakit menahun, Samsuddin dikenal sebagai sosok yang sabar dan menerima keadaan dengan ikhlas. Ia tetap berusaha menjalani hidup dengan tenang, meski cobaan silih berganti menghampiri.

Kondisi yang dialami Samsuddin menjadi cerminan bahwa masih ada warga yang belum sepenuhnya tersentuh perhatian optimal pemerintah, baik dari sisi bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun pendampingan kesehatan.

Kisah tersebut mengetuk hati Aliansi Wartawan Sampang (AWAS). Di bulan penuh berkah ini, organisasi tersebut hadir dengan misi sosial, tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga menunjukkan kepedulian secara langsung.

Ketua dan anggota AWAS menyambangi rumah Samsuddin untuk melihat langsung kondisi yang ada. Selain memberikan dukungan moral, mereka juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Kami hadir bukan hanya untuk memberitakan, tetapi juga untuk berbagi dan memastikan suara masyarakat kecil terdengar,” ujar Moh Mahrus anggota AWAS saat kunjungan.

Harapannya, perhatian dari berbagai pihak—baik pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun para dermawan—dapat membantu meringankan beban keluarga Samsuddin dan memastikan akses layanan kesehatan serta bantuan sosial berjalan maksimal dan tepat sasaran.(MLDN).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.