SAMPANG || Detik24jam.id — Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti majelis dzikir dan doa bersama yang digelar Jaringan Kiai–Santri Sampang (JKSS) pada Jumat malam, 14 November 2025. Kegiatan yang menggabungkan Pembacaan Istighosah, Shalawat, Hizbunnashor dan Hizbul Bahr ini berlangsung khidmat dan dihadiri para ulama, kiai, habaib, pejabat daerah, serta ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kabupaten Sampang.
Acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan doa bersama, dipimpin oleh para ulama terkemuka Sampang, di antaranya K.H. A. Nashir Sayuti, K.H. Muqtadir Sanhaji, Habib Abdurrahman, K.H. Zainal Fatah, K.H. Urif Abdurrahman, K.H. Soleh, dan K.H. Abdul Qodir Nur.
Turut hadir, Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, Waka Polres, Kabag Kesra Setda Kabupaten Sampang, serta para tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau mengawali dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya majelis yang sarat nilai spiritual tersebut.
“Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena pada malam yang penuh keberkahan ini kita dapat berkumpul dalam rangkaian dzikir bersama Jaringan Kiai-Santri Sampang. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ulama, kiai, habib, serta segenap anggota JKSS yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan, majelis dzikir bukan hanya kegiatan rutin keagamaan, namun juga bagian penting dalam menjaga ketenangan jiwa, meningkatkan keimanan, serta memperkuat hubungan sosial umat.
“Dzikir dan shalawat membuat hati kita lebih tenang, iman kita semakin kuat, dan jiwa kita semakin dekat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Majelis seperti ini juga menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah di tengah masyarakat,” tuturnya.
Beliau menambahkan bahwa silaturahmi antara ulama dan umara’ harus terus terjaga, karena keduanya memiliki peran saling melengkapi dalam membawa kemajuan daerah.
“Saya berharap ikatan silaturahmi antara umara’ dan para alim ulama tetap terjalin dengan baik. Doa para ulama sangat berarti bagi kami dalam menjalankan amanah kepemimpinan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengakui bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya bergantung pada kerja lahiriah, tetapi juga doa dan pertolongan Allah SWT.
“Setiap langkah dalam kepemimpinan membutuhkan doa. Keberhasilan saya memimpin Kabupaten Sampang sepenuhnya bergantung pada ridha dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya di hadapan para jamaah.
Diakhir kalimat, Bupati Sampang menyampaikan harapan agar dzikir dan doa bersama ini membawa keberkahan bagi Sampang dan seluruh masyarakatnya.
“Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, keselamatan, dan perlindungan bagi kita semua, bagi masyarakat Sampang, serta bagi bangsa dan negara Indonesia,” pungkasnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan wirid dan doa bersama yang dipimpin para ulama secara bergantian, hingga acara ditutup dengan suasana penuh kesejukan dan kekhusyukan. (MLDN)














