Polres Gresik Periksa Pria Asal Bangkalan Madura Yang Naik ke Kapal MT Soechi Perstasi Tanpa Izin Tengah Malam

oleh
oleh
banner 468x60

Gresik || Detik24jam.id — Polisi menindaklanjuti beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang pria naik kapal pada tengah malam dan mengaku mencari besi tua.

Pria tersebut diketahui bernama Agus Turiantoro (42), warga Tanjungan, Bangkalan, Madura.

banner 336x280

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pihaknya melalui Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik telah melakukan pemeriksaan, termasuk meminta keterangan Kapten Kapal serta memanggil Agus Turiantoro untuk dimintai penjelasan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, benar yang bersangkutan naik ke kapal MT Soechi Prestasi tanpa izin di perairan Gresik,” ujar AKBP Rovan Richard Mahenu, Jumat (31/10/2025).

AKBP Rovan Richard Mahenu menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (30/10/2025) sekitar pukul 03.50 Wib.

Saat itu, kapal MT Soechi Prestasi sedang berlabuh di perairan Jetty Maspion, Gresik.

Salah satu anak buah kapal (ABK) bernama Faizal pertama kali melihat seseorang naik kapal dari arah belakang sebelah kiri.

“Salah satu ABK mengetahui ada seseorang naik dari belakang kapal menggunakan perahu kecil bersama tiga orang. Namun, yang naik ke kapal hanya satu orang,” jelas AKBP Rovan Richard Mahenu.

Mengetahui ada orang tak dikenal naik tanpa izin, salah satu ABK langsung berteriak hingga terjadi adu mulut dengan Agus Turiantoro.

Tak lama kemudian, Agus Turiantoro turun kembali tanpa membawa barang apapun dari kapal tersebut.

“Baru naik sudah ketahuan, jadi belum sempat menyentuh apapun. Tidak ada aksi pencurian maupun kerugian materiel dan immaterial. Karena itu, pihak ABK kapal tidak membuat laporan,” terang AKBP Rovan Richard Mahenu.

Meski demikian, lanjut AKBP Rovan Richard Mahenu, pihaknya tetap memanggil Agus Turiantoro untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, Agus Turiantoro mengaku sedang mencari besi tua untuk dijual kembali.

“Pengakuannya sedang mencari besi tua untuk dibeli. Tapi kok ya malam-malam, tanpa permisi pula,” tutur AKBP Rovan Richard Mahenu. (MLDN)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.